Jumat, 27 Januari 2012

PANCASILA


BAB I
PENDAHULUAN

Pancasila adalah dasar filsafat Negara republik Indonesia yang secararesmi di sahkan oleh PPKI pada tanggal 18 agustus 1945 dan tercantumdalam pembukaan UUD 1945, diundangkan dalam Berita Republik Indonesiatahun II No.7 bersama – sama batang tubuh UUD 1945.Dalam perjalanan sejarah eksistensi Pancasila sebagai dasar FilsafatNegara Republik Indonesia mengalami berbagai interpretasi dan manipulasipolitik sesuai dengan kepentingan penguasa demi kokoh dan tegaknyakekuasaan yang berlindung di balik legitimasi Ideologi Negara Pancasila.Dengan lain perkataan dalam kedudukan yang seperti ini Pancasila tidak lagidi letakkan sebagai dasar Filsafatserta pandangan hidup Bangsa dan NegaraIndonesia melainkan di reduksi, dibatasi dan di manipulasi demi kepentinganpolitik penguasa pada saat itu.
Berdasarkan kenyataan tersebut di atas gerakan Reformasi berupayauntuk mengembalikan kedudukan dan fungsi Pancasila yaitu sebagai dasarNegara Republik Indonesia, yang hal ini direalisasikan melalui KetetapanSidang Istimewa MPR tahun 1998 No. XXVIII/MPR/1998 disertai denganpencabutan P-4 dan sekaligus juga Pencabutan Pancasila sebagai salahsatunya asas bagi Orsospol di Indonesia. Ketetapan tersebut sekaligus jugamencabut mandate MPR yang diberikan kepada Presiden ataskewenangannya untuk membudayakan Pancasila melalui P-4 dan asastunggal Pancasila. Monopoli pancasila demi kepentingan kekuasaan olehpenguasa inilah yang harus segera di akhiri.
 

BAB II
PEMBAHASAN

A. SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA

Pancasila sebagai dasar Negara RI sebelum di sahkan pada tanggal 18agustus 1945 oleh PPKI, nilai-nilainya telah ada pada bangsa Indonesia sejakzaman dahulu kala sebelum bangsa Indonesia mendirikan Negara, yangberupa nilai-nilai adat istiadat, kebudayaan serta nilai-nilai religius. Nilai-nilaitersebut telah ada dan melekat serta teramalkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pandangan hidup, sehingga materi pancasila yang berupa nilai-nilai tersebut tidak lain adalah dari bangsa Indonesia sendiri, sehinggabangsa Indonesia sebagai
kausa materialis
Pancasila Nilai-nilai tersebutkemudian diangkat dan drirumuskan secara formal oleh para pendiri negaruntuk dijadikan sebagai dasar filsafat Negara Indonesia. Proses perumusanpancasila secara formal tersebut dilakukan dalam sidang-sidang BPUPKI pertama, sidang BPUPKI kedua, serta akhirnya di sahkan secara YURIDIS sebagai dasar filsafat Negara Republik Indonesia.Sejarah perjuangan dan berdirinya bangsa Indonesia dalam mencapaikemerdekaannya berjalan sejak sekian abad yang lalu,dengan pelbagai caradan bertahap.dengan itu sejarah perjuangan bangsa Indonesia mempunyaihubungannya dengan sejarah lahirnya pancasila. Karena sejarah perjanganbangsa Indonesia sejak berabad-abad yang lalu itu panjang sekali, maka perlulah ditetapkan tonggak-tonggak sejarah tersebut, yakni peristiwa-peristiwa yang menonjol, terutama dalam hubungannya denganpancasila.tonggak sejarah itu dapat kita ikhtisarkan sebagai berikut.1.Bangsa IndonesiaBangsa Indonesia telah mendirikan kerajaan Sriwijaya di SumateraSelatan, dan kemudian sekitar seabad seterusnya didirikan pula kerajaan-Majapahit di Jawa Timur. baik Sriwijaya, maupun Majapahit pada zamannyaitu telah merupakan negara-negara yang berdaulat,bersatu serta mempunyaiwilayah yang meliputi seluruh nusantara ini.

B.PENJAJAHAN BARAT
Kesuburan Indonesia dengan hasil buminya yang melimpahterutamanya rempah-rempahnya yang dibutuhkan oleh negara- negara diluar Indonesia menyebabkan bangsa asing berduyun duyun masuk keIndonesia.Bermunculanlah bangsa bangsa barat yakni Portugis, Spanyol, Inggris danakhirnya Belanda dibumi Indonesia
·      Perlawanan fisik bangsa Indonesia (abad XVII-XX)
Penjajahan barat yang memusnahkan kemakmuran bangsa Indonesiaitu tidak dibiarkan begitu saja oleh segenap bangsa Indonesia. Sejak semulaimprealisme itu menjejakkan kakinya di Indonesia. Dimana mana bangsaIndonesia melawannya dengan semangat patriotik Perlawanan terhadappenjajah digerakkan oleh pahlawan Sultan Agung (Mataram 1645), SultanAgeng Tirta Yasa dan Ki Tapa (Banten) pada tahun 1650, Hassanuddin( Makassar) pada tahun 1660, Iskandar Muda ( Acheh tahun 1635) UntungSurapati dan Trunojoyo (Jawa Timur tahun 1670), Ibnu Iskandar diMinangkabau 1680.
Pada kurun XIX penjajah Belanda mengubah system kolonialismenya yang semula berbentuk perseroan dagang partikelir V.O.C,pada abad itu berubah menjadi badan pemerintahan resmi yaituPemerintahan Hindia Belanda.Kemudian meletus lagi perlawanan bangsaIndonesia dengan Belanda yang dipimpin oleh Pattimura( Maluku 1817 ),Imam Bonjol (Minangkabau 1822- 1837), Diponegoro (Mataram 1825-1830),Badaruddin (Palembang 1817), Pangeran (Kalimantan 1860), Jelantik( Bali1850), Anak Agung Made (Lombok 1895), Teuku Umar, Teuku Cik di tiro, CutNya’Din ( Acheh 1873- 1904), Singamangaraja (Batak 1900).

·         Kebangkitan Nasional / Kesedaran Bangsa Indonesia
Pada permulaan XX bangsa Indonesia mengubah caranya didalam melawankolonialis Belanda, Bentuk perlawanan itu ialah dengan menyadarkan bangsaIndonesia akan pentingnya bernegara. Maka lahirklah bermacam macamorganisasi politik disamping bergerak dalam bidang pendidikan dan sosialyang dipelopori oleh Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908. Kita mengenalnama nama pahlawan perintis pergerakan nasional diantara lain : H.O.S Tjokroaminoto ( S.IO. 1912), Douwes Dekker ( Indische Partij 1912) SoewardiSoerjaningrat atau Ki Hajjar Dewantoro Tjiptomangunkusumo dan nama-nama yang lain.
·         Sumpah Pemuda / Persatuan Bangsa Indonesia (28 Oktober 1928)
Pada tanggal 28 Oktober 1928 terjadilah penonjolan peritiwa sejarahperjuangan bangsa Indonesia didalam mencapai cita-citanya. Pada saat itupemuda pemuda Indonesia yang dipelopori oleh Muh. Yamen, KuntjoroPurbopranoto, Wongsonegoro dan lain lainnya mengumandangkan SumpahPemuda Indonesia yang berisi pengakuan akan adanya bangsa , tanah-air fanbahasa yang satu , yakni Indinesia. Dengan sumpah pemuda in makintegaslah apa yang diinginkan oleh bangsa Indonesia iaitu kemerdekaantanah-air dan bangsa Indonesia. Untukmencapai kemerdekaan perlu adanya rasa persatuan sebagai bangsa yangmerupakan syarat mutlak.

C.PENJAJAHAN JEPANG
Sejarah pembuatan Pancasila ini berawal dari pemberian janji kemerdekaandi kemudian hari kepada  bangsa Indonesia oleh Perdana Menteri Jepang saat itu, Kuniaki Koiso pada tanggal 7 September 1944. Pemerintah Jepang membentuk [[BPUPKI|BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Pada tanggal 29 April1945 (2605, tahun Showa 20) yang bertujuan untuk mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan tata pemerintahan Indonesia Merdeka. BPUPKI semula  beranggotakan 70 orang (62 orang Indonesia dan 8 orang anggota istimewabangsa Jepang yang tidak berhak berbicara, hanya mengamati/''observer''), kemudian ditambah dengan 6 orng Indonesia pada sidang kedua.Sidang pertama pada tanggal 29 Mei 1945 - 1 Juni 1945 untuk merumuskanf alsafah dasar negara bagi negara Indonesia. Selama empat hari bersidangada tiga puluh tiga pembicara. Penelitian terakhir menunjukkan bahwaSoekarno adalah "Penggali/Perumus Pancasila". Tokoh lain yang yangmenyumbangkan pikirannya tentang Dasar Negara antara lain adalah Mohamad Hatta, Muhammad Yamin dan Soepomo."Klaim" Muhammad Yamin bahwa pada tanggal 29 Mei 1945 dia mengemukakan 5 asas bagi Negara Indonesia Merdeka,yaitu''kebangsaan, kemanusiaan, ketuhanan,kerakyatan, dan kesejahteraan rakyat.'' oleh "Panitia Lima" (Bung Hatta cs)diragukan kebenarannya. Arsip A.G Pringgodigdo dan ArsipA.K.Pringgodigdo yang telah ditemukan kembali menunjukkan bahwa Klaim Yamin tidak dapat diterima. Pada hari keempat, Soekarno mengusulkan 5asas yaitu ''kebangsaan Indonesia, internasionalisme atau peri-kemanusiaan,persatuan dan kesatuan, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan yang MahaEsa'', yang oleh Soekarno dinamakan ''Pancasila'', Pidato Soekarno diterimadengan gegap gempita oleh peserta sidang. Oleh karena itu, tanggal 1 Juni1945 diketahui sebagai hari lahirnya pancasila.

·                  Muhammad Yamin (29 Mei 1945)
Pada tanggal 28 Mei 1945 itu Badan Penyelidik mengadakan sidangnya yangpertama. Peristiwa ini kita jadikan tonggak sejarah karena pada saat itulahMr M. Yamin mendapat kesempatan yang pertama untuk mengemukakanpidatonya di hadapan sidang Badan Penyelidik, lima asas dasar ntuk NegaraIndonesia Merdeka yang diidamkan itu, yakni :
1.      Peri Kebangsaan
2.      Peri Kemanusiaan
3.      Peri Ketuhanan
4.      Peri Kerakyatan
5.      Kesejahteraan Rakyat
Setelah berpidato, diatas asas yang lima tadi, beliau menyampaikan usultertulis mengenai Rancangan UUD Republik Indonesia didalam rancanganUUD itu tercantum perumusan lima asas dasar Negara yang berbunyi:
1.      Ketuhanan Yang Maha Esa
2.      Kebangsaan Persatuan Indonesia
3.      Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmatkebijaksanaan danpermusyawaratan perwakilan.
5.      Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia



·    Ir. Soekarno (1 Juni 1945)
Ir. Soekarno mengucapkan pada pidatonya dihadapan siding hari ketigaBadan Penyelidik diusulkan juga lima hal untuk menjadi dasar dasar NegaraMerdeka:
1.      Kebangsaan Indonesia
2.      Internasionalisme atau perikemanusiaan
3.      Mufakat-atau Demokrat
4.      Kesejahtraan social
5.      Ketuhanan dan kebudayaan

·         Piagam Jakarta (22 Juni 1945)
Sembilan tokoh nasional ialah Ir. Soekarno, Drs Moh. Hatta, Mr. A.a.a Maramisdan lain-lain mengadakan perbahasan dan pertemuan untuk membahaspidato serta usul usul mengenai dasar Negara yang telah dikemukakandalam sidang- sidang Badan Penyelidik. Setelah mengadakan perbahasanmaka disusunlah sebuah piagam yang kemudian terkenal dengan nama Piagam Jakarta.Kemudian pada 14 Juli 1945 Piagam Jakarta dapatpenerimaan oleh Badan Penyelidik yang berlangsung pada sidangnya yang kedua pada tanggal 14 -15 Juli 1945. Pada tanggal 17 Agustus 1945, setelah upacara proklamasi kemerdekaan, datang beberapa utusan dari wilayah Indonesia Bagian Timur. Berberapa utusan tersebut adalah sebagai berikut:#Sam Ratulangi, wakil dari Sulawesi# Hamidhan, wakil dari Kalimantan
# I Ketut Pudja, wakil dari Nusa Tenggara# Latuharhary, wakil dariMaluku.Mereka semua berkeberatan dan mengemukakan pendapat tentangbagian kalimat dalam rancangan Pembukaan UUD yang juga merupakan silapertama Pancasila sebelumnya, yang berbunyi, "Ketuhanan dengankewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya".
Pada Sidang PPKI I, yaitu pada tanggal 18 Agustus 1945, Hatta lalu mengusulkanmengubah tujuh kata tersebut menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa".Pengubahan kalimat ini telah dikonsultasikan sebelumnya oleh Hatta dengan4 orang tokoh Islam, yaitu Kasman Singodimejo, Ki Bagus Hadikusumo, dan Teuku M. Hasan. Mereka menyetujui perubahan kalimat tersebut demi persatuan dan kesatuan bangsa. Dan akhirnya bersamaan dengan penetapanrancangan pembukaan dan batang tubuh UUD 1945 pada Sidang PPKI Itanggal 18 Agustus 1945 Pancasila ditetapkan sebagai dasar Negara Indonesia.















BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Merujuk pada bahasan makalah diatas , kita tahu bahwa pejuanganmenuju pancasila yang sempurna seperti sekarang tidaklah mudah .melalui berbagai perbedaan dan argumen . hendaknya janganlah kitamelupakan semua perjuangan mereka yang ada dibalik itu semua .pancasila terbentuk karena mereka . hargai mereka dengan tidakmelupakan pedoman hidup bangsa Indonesia

SARAN
Ø  Hendaknya pemerintah dapat mewujudkan keadilan bagi rakyatnya sebagaimana tercantum dalam pancasila sila ke 5.
Ø  Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Ø  Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan.
Ø  Hendaknya dapat mengamalkan sila sila pancasila dalam keseharian
Ø  Menjadikan pancasila sebagai pedoman hidup







DAFTAR PUSTAKA


Achmad Notosoetarjo 1962, Kepribadian Revolusi Bangsa Indonesia.
Notonagoro, Pancasila Dasar Filsafat Negara RI I.II.III
K.Wantjik Saleh 1978, Kitab Kumpulan Peraturan Perundang RI, Jakarta PT. Gramedia
Soediman Kartohadiprojo 1970, Beberapa Pikiran Sekitar Pancasila, Bandung Alumni

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar